Kamis, 25 November 2010

SERBA SERBI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI

1. Pengembangan dan cara apa yang dilakukan oleh surat kabar online sebagai alternatif menghadapi pesaingnya?
2. Apa peran wartawan ketika siapapun yang memiliki komputer dan koneksi internet bisa mengklaim seorang reporter, editor dan penerbit?
3. Apakah wartawan profesional akan dibutuhkan bahkan di zaman ketika orang bisa mendapatkan berita mereka" tanpa filter "dengan proses editorial?
4. Bagaimana dengan penonton? Berikan penjelasan tentang penurunan kewaspadaan editorial tradisional, apakah yang konsumen berita lakukan sekarang sudah memiliki tanggung jawab untuk menjadi lebih pintar dalam mencari informasi?
5. Apakah Anda setuju dengan penilaian bahwa ketika para ahli melihat kembali pada abad kedua puluh satu, mereka akan mengingatnya sebagai abad terakhir dari buku tersebut?

Jawaban

Surat kabar online memberikan peluang kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dari sumber yang sangat luas. Hal ini berbeda surat kabar cetak yang dibatasi oleh jumlah halaman, sedangkan surat kabar online memiliki sumber yang lebih banyak dan hampir tidak terbatas. Selain itu, surat kabar online mampu menyiarkan informasi dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang sangat singkat dan saat itu juga. Surat kabar online mampu menggabungkan unsur tulisan, gambar, dan suara dalam satu kesatuan yang utuh. Tentu hal ini tidak didapatkan di media lain seperti TV, radio dan surat kabar cetak yang memiliki keterbatasan. Surat kabar online juga bersifat interaktif, yaitu mempunyai kemampuan untuk berlangsungnya interaksi antara surat kabar online dengan khalayak yang mengakses. Khalayak juga dapat mengakses kembali dengan mudah berita di surat kabar online karena tersimpan dengan baik oleh surat kabar tersebut.
Perkembangan internet yang begitu pesat sehingga orang biasa bisa mengklaim dirinya sebagai reporter, editor, atau penerbit justru membuat peran wartawan begitu besar bagi informasi yang akan diterima oleh khalayak. Wartawan mempunyai kemampuan menulis berita yang mudah dipahami oleh khalayak dan mempunyai kemampuan untuk menyeleksi berita yang akan ditampilkan sehingga khalayak mendapatkan informasi yang tepat dan benar. Hal ini berbeda dengan orang biasa yang biasanya hanya menulis berita sesuai apa yang dia lihat, tanpa menghiraukan kaidah jurnalistik.
Seorang wartawan profesional masih sangat dibutuhkan dalam zaman teknologi yang maju sekarang ini. Surat kabar online juga memerlukan wartawan yang mencari berita dan mampu menginformasikan berita itu kepada khalayak dengan sesuai fakta yang ada dan juga sesuai kode etik jurnalistik yang ada. Pada dasarnya, masyarakat menginginkan berita yang sesuai dengan fakta dan enak untuk dibaca sehingga kita mudah memahami isi dari berita tersebut. Daripada kita mengetahui info yang belum tentu benar faktanya, kita lebih percaya pada tulisan wartawan profesional baik itu di surat kabar online maupun tradisional.
Di lain sisi, pembaca atau penonton harus bisa juga memilah berita yang dia dapatkan,apalagi sekarang editorial tradisional sekarang menurut saya lebih longgar dalam melakukan proses editing dalam berita-beritanya. Banyak berita yang belum tentu benar faktanya malah ditampilkan di surat kabar cetak, televisi, maupun radio. Hal ini malah membuat masalah baru yang bisa membuat penonton bingung mana berita yang fakta mana yang hanya berita kosong. Di sini dapat dilihat bagaimana konsumen berita sudah memiliki tanggung jawab untuk menjadi lebih pintar dalam mencari informasi. Mereka sekarang tidak hanya mencari informasi dari satu sumber saja. Mereka juga melihat berita dari berbagai sumber, mulai dari televisi, radio, surat kabar cetak maupun surat kabar online. Sehingga mereka bisa mengetahui mana berita yang fakta dan mana yang hanya hoax atau sampah saja.
Menurut saya, pendapat para ahli tentang abad 21 sebagai abad terakhir adanya buku sebagai wujud fisik mendekati kenyataan. Di saat zaman sudah semakin maju dan internet sudah ada di mana-mana dan bisa diakses kapanpun oleh siapapun membuat buku sebagai bentuk fisik merupakan hal yang tidak populer. Khalayak tentu menginginkan mereka dapat membaca buku kapan saja dan di mana saja mereka berada, dan hal ini hanya bisa dilakukan bila buku tersebut ada dalam bentuk buku digital yang bisa didownload atau dibeli di internet. Hal ini akan lebih praktis dilakukan dan tidak harus mengeluarkan biaya banyak dan tidak memerlukan tempat khusus untuk menyimpan buku anda bila anda mempunyai buku dalam bentuk fisik. Semua ini lebih ke praktis dan efisiensi kita di zaman teknologi yang sangat maju ini,yang menuntut kita mempunyai mobilitas yang sangat tinggi.



Sabtu, 13 November 2010

TUGAS PERTEMUAN KE 8


Nama   :  Deddy Fajar Kristian
NIM    :  0771502648
KEL.   :  AB

EMAIL

Email saat ini sudah menjadi media komunikasi yang sering digunakan orang di zaman yang maju seperti sekarang ini. Kemudahan berkomunikasi melalui email atau surat elektronik membuat orang lebih memilih menggunakan email dalam melakukan komunikasi dengan orang lain, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan bisnis. Tetapi, di lain sisi, email juga bisa menjadi bencana bagi komputer atau laptop kita. Saat ini banyak sekali email yang masuk ke akun email kita tanpa kita ketahui dari siapa email itu berasal. Email tersebut biasanya tidak memiliki subject dan sumber yang tidak jelas dan tidak kita kenal. Email yang seperti ini membuat saya cukup hati-hati dalam menyikapinya. Dalam email seperti ini biasanya orang bisa mengirim virus yang berbahaya bagi komputer atau laptop kita saat kita membuka email itu. Saya tidak akan membuka email yang tidak jelas sumber dan subjectnya. Lebih baik kita mencegah virus masuk ke komputer kita daripada kita membersihkannya dengan anti virus. Tetapi dengan banyaknya email tidak jelas yang masuk ke email saya, tidak membuat saya takut untuk membuka email saya sendiri.
Kebutuhan saya terhadap email lebih penting dibandingkan dengan ketakutan saya akan virus. Kebutuhan untuk saling berkomunikasi dengan teman dan keluarga yang tinggal jauh, juga untuk kepentingan bisnis dan kuliah saya yang banyak menuntut saya menggunakan email. Lebih baik waspada kita terhadap email tidak jelas yang berisi virus itu kita lakukan dengan pencegahan. Kita bisa memasang anti virus yang bagus sehingga kita tidak takut komputer kita akan terkena virus. Hal itu yang saya lakukan, setiap saya membuka email, ada antivirus yang otomatis memeriksa apakah email itu terdapat virus. Hal ini lebih baik dilakukan daripada kita tidak bisa menggunakan email untuk menunjang aktivitas kita.
Tetapi email tidak hanya memiliki sisi positif, email juga bisa menjadi media untuk orang saling menghujat dan menyebarkan berita bohong. Etika bisnis menggunakan email juga kadang-kadang dilanggar, ada yang mengirim email berkali-kali agar emailnya cepat dibalas, tetapi malah membuat penuh inbox masuk orang yang dia kirim emailnya. Hal ini malah membuat email menjadi media komunikasi yang dapat dikatakan “sampah”. Hal ini merupakan suatu kemunduran kalau dilihat dari kegunaan email untuk menunjang aktivitas kita. Email malah menjadi tempat orang salah menggunakan kemudahan suatu media.
Sebenarnya dalam email diperlulan sikap agresif, maksudnya dalam email kita harus langsung ke maksud dan tujuan kita dalam email itu,selain itu orang yang kita kirimi email akan juga langsung cepat membalas email kita karena mereka tidak berpikir panjang tentang isi email dari kita. Hal ini membuat kita tidak terlalu menghabiskan waktu hanya untuk mengirim atau membalas email. Sehingga kita tidak perlu menyikapi email sebagai gangguan non stop atau sumber pembuat stres. Kita bisa menggunakan email dengan seperlunya saja, karena email itu kita pakai sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya saya, sebagai seorang mahasiswa, saya hanya menggunakan email untuk berkomunikasi dengan teman yang jauh atau untuk tugas kuliah saya. Tidak setiap saat saya harus menulis atau membuka email yang masuk. Paling tidak saya hanya membuka email saat malam hari menjelang tidur sehingga saya bisa dengan jelas melihat email yang masuk ke akun email saya. Kita harus bisa membagi waktu untuk kapan saatnya membuka email dan melakukan aktivitas yang lain sehingga kita dapat menggunakan waktu dengan baik seperti halnya saya.